Senin, 14 Mei 2018

Setup Instalasi Perangkat Lunak

BAB I
1.1. Kegiatan Belajar 1 : Setup/Instalasi Perangkat Lunak
1.1.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat mengetahui instalasi dan pengaturan perangkat lunak serta sistem operasi.
1.1.2. Aktivitas Belajar Siswa
1.1.2.1. Mengamati / Observasi
Setelah mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat mengamati :
 Manual instalasi/setup
 Koneksi kendali ke piranti.
 Pengaturan fungsi jaringan
 Pengaturan fungsi peripheral lain.
 Melakukan back-up
1.1.2.2. Menanya
Selama mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat :
 Mendiskusikan manual instalasi / setup
 Mendiskusikan koneksi kendali ke piranti.
 Mendiskusikan pengaturan fungsi jaringan
 Mendiskusikan pengaturan fungsi peripheral lain.
 Mendiskusikan proses back-up
1.1.2.3. Mengumpulkan Informasi
Perangkat lunak/piranti lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Atau boleh juga diartikan sebagai „penterjemah' perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras.
Program komputer ini, isinya dapat diubah dengan mudah. Pada komputer, perangkat lunak dimuat ke dalam RAM kemudian dieksekusi di dalam CPU. Pada level paling bawah, perangkat lunak berisi bahasa mesin yang bersifat spesifik terhadap suatu processor. Ada banyak model penggolongan
perangkat lunak, namun secara umum perangkat lunak dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
a. System Software
System Software adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membantu menjalankan perangkat
keras dan sistem komputer. Tujuan dari system software adalah membatasi semaksimal mungkin programmer aplikasi dari kompleksitas sebuah komputer, terutama yang berhubungan dengan akses memori dan perangkat keras secara langsung. Termasuk dalam kelompok ini adalah sistem operasi, driver perangkat keras, perangkat lunak pendiagnosa, windowing system, utilities dan lain-lain. Dari
kelompok ini sistem operasi merupakan perangkat lunak yang paling penting. Perangkat lunak ini bekerja sebagai antar muka antara komputer dengan dunia luar. Pada bagian hardware, sistem operasi
akan mendiskripsikan perangkat keras yang ada atau terhubung dengan komputer. Sistem operasi menyediakan antar muka pada perangkat keras ini menggunakan “driver” tertentu sehingga perangkat ini dapat dikenali dan bekerja sebagai mana mestinya.
b. Programming Software
Programming Software adalah perangkat lunak yang menyediakan alat bantu atau fungsi yang dapat
membantu programmer dalam membuat program komputer. Software ini sangat bergantung pada
bahasa pemrograman yang digunakan. Alat bantu ini meliputi editor teks, compiler, interpreter, linkers, debugger dan lain-lain. Sebuah Integrated Development Environment (IDE) atau lingkungan
pengembangan terpadu menggabungkan alat-alat bantu ini untuk mempermudah programmer.
c. Application Software
Application Software adalah perangkat lunak yang digunakan membantu manusia mengerjakan tugas-tugas tertentu. Tipe-tipe application software antara lain, perangkat lunak otomatisasi industri,
perangkat lunak bisnis, perangkat lunak pendidikan, perangkat lunak software, database, dan game
komputer. Perangkat lunak dalam sebuah jaringan komputer terdiri dari dua perangkat utama, yaitu perangkat lunak sistem operasi jaringan (Network Operating System) dan sistem aplikasi  yang digunakan untuk bekerja dalam jaringan komputer tersebut. Proses konfigurasi perangkat lunak jaringan komputer merupakan pekerjaan yang menentukan bentuk dari jaringan komputer yang akan dibangun, terutama proses konfigurasi perangkat lunak sistem operasi jaringannya. Besar kecilnya kapasitas komputer yang dipergunakan, baik komputer server maupun komputer workstation ditentukan oleh kedua jenis perangkat lunak ini. Ada bermacam-macam sistem operasi jaringan yang beredar saat ini, masingmasing dengan kelebihan dan kekurangannya, baik sistem operasi jaringan peer-to-peer maupun sistem operasi client/server. Pada prinsipnya proses instalasi setiap sistem operasi ini sama, yaitu meliputi proses copy file-file sistem operasi, instalasi device driver perangkat yang digunakan pada sistem operasi tersebut dan pengaturan konfigurasi sistem jaringan, serta pengaturan konektivitas pada workstation yang ada.
1. Virtualisasi
Dalam ilmu komputer, virtualisasi adalah istilah umum yang mengacu kepada abstraksi dari sumber daya komputer. Virtualisasi bisa diartikan sebagai pembuatan suatu bentuk simulasi dari sesuatu yang asalnya bersifat fisik, misalnya sistem operasi, perangkat penyimpanan data atau sumber daya jaringan. Hal ini termasuk membuat sebuah sumber daya tunggal terlihat berfungsi sebagai beberapa
sumber daya logikal atau membuat beberapa sumber daya fisik terlihat sebagai satu sumber daya logikal. Virtualisasi ini merupakan teknik yang memungkinkan instalasi sistem operasi dilakukan diatas sistem operasi yang ada saat ini, tidak dalam partisi tertentu
namun dalam suatu file tertentu dan file tersebut merupakan perwakilan dari suatu sistem komputer virtual. Satu komputer dapat memiliki lebih dari satu komputer virtual. Oleh karena itu, instalasi lebih dari satu sistem operasi juga dimungkinkan dengan teknik ini. Dalam ilmu komputer, Ada dua jenis
virtualisasi yaitu virtualisasi penuh dan virtualisasi paruh. Virtualisasi penuh maksudnya mensimulasikan secara lengkap hal-hal yang mendasari suatu perangkat, sedangkan virtualisasi paruh
hanya mensimulasikan beberapa hal dari perangkat tersebut. Virtualisasi paruh lebih mudah dijalankan daripaada virtualisasi penuh, akan tetapi virtualisasi paruh memiliki kekurangan dalam hal
compatibility atau kesesuaian. Platform virtualisasi atau virtual computer dapat digambarkan melalui
sebuah hardware komputer dengan sistem operasinya bertindak sebagai host yang menciptakan simulasi dari komputer lain dengan sistem operasinya sendiri sebagai guest software dan kemudian
akan terhubung dengan hardware yang dimiliki komputer host. Akses dari guest ke system resources seperti akses jaringan, keyboard, disk storage dan sebagainya secara umum akan dikontrol oleh host dengan penggunaan prosesor dan sistem memori yang terbatas. Beberapa alasan pengunaan virtualisasi:
 Dalam hal penggabungan server, banyak server kecil yang digantikan dengan satu server besar dengan tujuan untuk mengurangi jumlah hardware yang memiliki harga tinggi seperti CPU. Meskipun hardware dijadikan satu seperti itu, sistem operasinya tidak digabung. Masing-masing sistem operasi yang berjalan pada satu server tersebut akan menjadi sebuah sistem operasi yang berjalan sendiri secara virtual. Jadi satu server yang besar itu dapat menjadi host bagi beberapa guest.
 Kemudahan dalam pengaturan konfigurasi untuk membuat sebuah sistem operasi secara virtual yang dapat dilakukan dengan cepat.
 Error atau kesalahan yang terjadi pada mesin virtual tidak akan membahayakan sistem komputer
host, sehingga mesin virtual sangat cocok digunakan untuk mempelajari cara install sebuah sistem operasi baru tanpa merusak sistem operasi yang telah ada.
2. Virtual Box
VirtualBox adalah paket perangkat lunak virtualisasi untuk komputer berbasis x86 dan AMD64/Intel64 dari Oracle Corporation. Paket VirtualBox menginstal pada sistem operasi host yang ada sebagai aplikasi dan aplikasi host ini memungkinkan sistem operasi tamu tambahan yang dikenal dengan Guest OS, untuk memuat dan menjalankan sistem operasi pada lingkungan virtual masing-masing. Sistem operasi host yang didukung termasuk Linux, Mac OS X, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, Solaris, dan OpenSolaris sementara untuk sistem operasi tamu yang didukung termasuk versi dan derivasi dari Windows, Linux, BSD, OS / 2, Solaris, Haiku dan lainnya.
Untuk instalasi sistem operasi akan dilakukan melalui virtual box sehingga dapat mencoba untuk menginstall berbagai versi sistem operasi baik untuk sistem operasi untuk komputer server maupun untuk komputer client atau workstation. Versi virtual box yang digunakan adalah versi 4.3.18 yang dapat diunduh melalui https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads dan memilih sesuai dengan sistem
operasi yang digunakan.
Setelah mengunduh versi virtual box yang akan dipergunakan, maka tahap selanjutnya adalah terlebih dahulu menginstall aplikasi yang telah diunduh tersebut dan dilanjutkan dengan konfigurasi virtual box. Berikut langkahlangkah untuk instalasi virtual box pada sistem operasi windows :
1) Dimulai dengan menjalankan aplikasi virtual box yang telah diunduh dan memilih Next untuk memulai proses instalasi.
2) Dapat memilih lokasi direktori untuk lokasi penyimpanan hasil instalasi, membutuhkan ruang sebesar 140MB. 
3) Akan tampil peringatan yang menyatakan bahwa koneksi jaringan akan direset dan koneksi tersebut akan terputus sementara selama proses instalasi berlangsung.
4) Setelah pengaturan instalasi selesai maka dilanjutkan dengan memilih Install untuk memulai proses menyalin file aplikasi ke harddisk. 
5) Akan tampil permintaan untuk menginstall driver USB.
6) Lalu tampil permintaan untuk menginstall driver perangkat jaringan.
7) Dan terakhir akan tampil permintaan untuk menginstall aplikasi layanan jaringan untuk manajemen dan konfigurasi jaringan.

Selesai proses penyalinan file aplikasi dan instalasi driver maka pilih Finish untuk mengakhiri proses
instalasi. Setelah proses instalasi virtual box telah selesai maka tahap selanjutnya adalah mempersiapkan konfigurasi yang akan dipergunakan untuk menginstall beberapa sistem operasi. File konfigurasi dipergunakan oleh virtual box untuk pengaturan hardware virtual untuk sistem operasi antara lain nama dan versi sistem operasi, alokasi memori RAM, alokasi media penyimpanan harddisk, sumber file instalasi sistem operasi, dan lain sebagainya. Sistem operasi virtual yang berjalan pada vitual box sering disebut sebagai Guest OS atau sistem operasi tamu. Komputer yang dipergunakan disarankan memiliki alokasi memori RAM yang lebih besar begitu juga untuk harddisk yang digunakan agar Guest OS dapat berjalan dengan baik, tetapi jika tidak dapat memenuhi kedua hal tersebut maka dapat diatur lewat file konfigurasi virtual box agar alokasi RAM dan harddisk tidak menghabiskan seluruh sumber daya yang ada. Untuk file sumber instalasi dari sistem operasi biasanya menggunakan file image berformat iso yang dapat diunduh dari situs sumber sistem operasi atau dapat diperoleh lewat media optical disk seperti CD dan DVD. Untuk keperluan instalasi ini akan menggunakan file image dalam format iso yang telah disalin ke harddisk terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempersiapkan file konfigurasi virtual box :
1) Saat pertama kali menjalankan virtual box akan menampilkan beberapa pilihan, pilih New untuk
membuat mesin virtual baru yang akan digunakan untuk menginstall sistem operasi.
2) Mengisi nama mesin virtual, contohnya Ubuntu_Server karena akan menginstall sistem operasi
Ubuntu Server 12.04 serta memilih juga tipe dan versi sistem operasi.
3) Menentukan ukuran memori virtual, disesuaikan dengan jumlah memori utama dari perangkat keras yang dipergunakan. Ukuran memori virtual yang direkomendasikan adalah 512MB.
4) Selain memori virtual, diperlukan juga harddisk virtual untuk menyimpan file sistem operasi serta
penyimpanan data lainnya. Ukuran harddisk virtual yang direkomendasikan adalah 8 GB.
5) Terdapat beberapa versi harddisk virtual yang dapat dipilih. Direkomendasikan untuk menggunakan format VDI karena merupakan format dengan tingkat kompabilitas yang lebih baik untuk virtual box.
6) Ada dua pilihan dalam cara penyimpanan virtual harddisk yaitu dynamically allocated yang akan
mengembang ukurannya secara dinamis atau fixed size yang memiliki ukuran tetap. Untuk menghemat ruang dapat menggunakan versi dinamycally allocated.
7) Masukkan nama virtual harddisk, sebaiknya disesuaikan dengan nama mesin virtual sehingga tidak
bingung dalam menggunakan. Untuk ukuran direkomendasikan sebesar 8GB atau lebih besar lagi jika ingin menginstall sistem operasi Windows.
8) Setelah memilih Create di langkah sebelumnya maka mesin virtual telah siap untuk dijalankan, tetapi sebelumnya akan dilakukan dulu beberapa pengaturan melalui setting.
9) Untuk menginstall sebuah sistem operasi maka harus menambahkan dulu file image dari sistem operasi tersebut, biasanya dalam format iso. File tersebut dapat dipilih lewat choose disk dan memilih lokasi penyimpanannya.
10) Mesin virtual telah selesai dibuat dan siap dijalankan untuk menginstall sistem operasi, untuk menjalankannya dapat memilih start. Langkah-langkah menginstall sistem operasi akan dibahas berikutnya.
3. Sistem Operasi
Sistem Operasi adalah perangkat lunak yang bertugas mengelola penggunaan sumberdaya dalam
komputer dan menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk mengakses sumber daya tersebut.
Fungsi-fungsi sebuah sistem operasi secara umum antara lain :
a. Antar muka pengguna
Fungsi ini merupakan fungsi yang paling mudah dikenali oleh pengguna karena melalui fungsi ini pengguna dapat berinteraksi dengan sistem operasi, perangkat keras maupun perangkat lunak yang lain. Sistem operasi pada dasarnya menunggu input atau instruksi dari pengguna dan kemudian menerjemahkan perintah perintah tersebut dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer. Antar muka
pengguna menjadi tempat bagi pengguna untuk menuliskan atau menyampaikan perintah tersebut.
Secara garis besar ada dua model antar muka pengguna yaitu Command Line Interface (CLI) dan Graphical User Interface (GUI). CLI memberikan fasilitas bagi pengguna untuk memberikan perintah dalam bentuk teks sedangkan GUI lebih berbasis pada tampilan grafis. Dewasa ini hampir semua sistem operasi modern menyediakan model GUI sebagai antar muka pengguna.
b. Manajemen memori
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan instruksi/data
yang akses datanya digunakan oleh CPU dan perangkat Masukan /Keluaran. Memori utama termasuk
tempat penyimpanan data yang yang bersifat volatile (tidak permanen) yaitu data akan hilang kalau komputer dimatikan. Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen memori seperti:
 Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
 Memilih program yang akan diload ke memori.
c. Manajemen file
File (berkas) adalah kumpulan informasi yang berhubungan, sesuai dengan tujuan pembuat berkas
tersebut. Umumnya file merepresentasikan program dan data. File dapat mempunyai struktur yang
bersifat hirarkis (direktori, volume). Sistem operasi mengimplementasikan konsep abstrak dari file dengan mengatur media penyimpanan.Sistem operasi bertanggung-jawab dalam aktivitas yang berhubungan dengan manajemen file :
 Pembuatan dan penghapusan file.
 Pembuatan dan penghapusan direktori.
 Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
 Memetakan berkas ke secondarystorage.
 Mem-back-up berkas ke media penyimpanan yang tidak permanen (non-volatile)
d. Manajemen Proses
Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. Alokasi sumber daya tersebut dikelola oleh Sistem Operasi. Misalnya, penggunaan memori oleh CPU, file-file yang terbuka, dan penggunaan oleh perangkat-perangkat input/output lain. Ketika proses tersebut berhenti dijalankan, sistem operasi akan
mendapatkan kembali semua sumber daya yang bisa digunakan kembali.
 Sistem operasi bertanggungjawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:
 Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses.
 Menunda atau melanjutkan proses.
 Menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi proses.
 Menyediakan mekanisme untuk komunikasi proses.
 Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.
e. Manajemen I / O
Sistem ini sering disebut dengan device manager. Menyediakan device driver yang umum sehingga operasi Masukan/Keluaran dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada perangkat keras, CD-ROM dan harddisk. Komponen Sistem Operasi untuk sistem Masukan/Keluaran:
 Penyangga: menampung sementara data dari atau ke perangkat Masukan/Keluaran.
 Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian Masukan/Keluaran sistem supaya lebih efisien (antrian)
 Menyediakan driver: untuk dapat melakukan operasi rinci untuk perangkat keras Masukan atau Keluaran tertentu.
4. Sistem Operasi Jaringan Sebagaimana halnya dengan perangkat komputer yang bisa beroperasi
setelah ada sistem operasi, maka sebuah jaringan pun dapat bekerja setelah ada sistem operasi yang mengatur jaringan tersebut. Sistem operasi pula yang mampu membedakan arsitektur suatu jaringan dan mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada pada jaringan. Misalnya, sistem operasi bisa
membedakan antara jaringan Ethernet dan Token-Ring. Sistem operasi itu juga dapat mengatur pemanfaatan fasilitas jaringan seperti print sewer untuk berbagi pakai perangkat printer, dan lain
sebagainya. Saat ini banyak beredar sistemoperasi untuk jaringan. Mulai dari sistem operasi jaringan untuk workgroup sampai sistem operasi untuk sebuah jaringan yang sangat besar. Mengingat pemanfaatan jaringan komputer yang sudah sedemikian besar, maka beberapa sistem operasi seperti Microsoft Windows menyediakan fasilitas untuk membangun sebuah workgroup. Seluruh komponen jaringan di atas saling berhubungan satu sama lain dan tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Namun demikian hubungan komponenkomponen tersebut tidaklah mengikat. Maksudnya adalah bahwa perubahan pada salah satu komponen bisa dilakukan tanpa harus melakukan perubahan pada komponen yang lain. Misalnya, mengganti sistem operasi jaringan tanpa harus mengganti instalasi
jaringan yang sudah ada. Dan bisa mengganti instalasi kabel tanpa harus menginstalasi ulang seluruh komponen jaringan yang ada. Hal ini bisa dimungkinkan karena masing-masing komponen menempati lapisan tersendiri dalam jaringan. Oleh sebab itu untuk menjaga konektivitas di antara lapisanlapisan tersebut, ISO (International Standard Organization) sebagai sebuah lembaga yang bertugas menjaga standarisasi di bidang teknologi mengeluarkan suatu standar yang dikenal dengan OSI (Open System Interconnection). Dalam kegiatan belajar ini akan menunjukkan beberapa sistem operasi yang luas digunakan baik untuk komputer server maupun komputer workstation antara lain :
 Sistem operasi untuk server :
o Ubuntu Server 12.04 LTS
o Microsoft Windows Server 2012
 Sistem operasi untuk workstation :
o Ubuntu Desktop 12.04
o Windows 7
5. Komputer Server
Komputer server bertugas dan berfungsi untuk melayani dan mengontrol seluruh jaringan. Komputer ini melayani permintaan-permintaan dari komputer workstation di samping mengontrol hubungan antara komputer satu dengan komputer lainnya dalam jaringan, termasuk hubungannya dengan perangkat-perangkat lain yang terdapat di dalam jaringan tersebut. Mengingat tugas dan fungsinya yang sedemikian rupa maka sebuah komputer server harus memiliki spesifikasi yang lebih baik dibandingkan komputer lain yang ada dalam jaringan. Jika sebuah komputer server digunakan untuk
melayani jaringan secara nonstop, maka sebuah komputer server juga harus memiliki daya tahan yang tinggi. Namun demikian pada dasarnya pertimbangan dalam memilih sebuah komputer server
tidak berbeda jauh dan pertimbangan dalam memilih komputer workstation, selain bahwa untuk komputer server memiliki kemampuan yang lebih besar.
 Untuk memilih sebuah komputer server harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
 Sistem operasi jaringan yang akan dipergunakan.
 Sistem aplikasi yang akan dijalankan.
 Arsitektur jaringan yang diterapkan.
 Jumlah komputer workstation dalam jaringan yang dilayani.
 Kemampuan atau daya tahan beroperasi dalam jangka waktu tak terbatas.
 Kompatibilitas terhadap produk jaringan lainnya.
 Dukungan teknis dari vendor perangkat tersebut.
Sistem operasi jaringan dan sistem aplikasi yang akan dipergunakan sangat mempengaruhi besar kecilnya kapasitas dan kemampuan sebuah komputer server yang harus disediakan. Seperti halnya pada komputer workstation, sebuah sistem operasi jaringan maupun sistem aplikasi akan dapat berjalan dengan baik dalam sebuah jaringan jika komputer yang digunakan mampu untuk menjalankannya. Mungkin juga bisa menggunakan spesifikasi komputer server di bawah spesifikasi ideal yang disyaratkan oleh sistem operasi maupun sistem aplikasi jaringan namun tentu dengan berbagai konsekuensinya seperti turunnya kinerja sistem operasi dan sistem aplikasi tersebut atau tidak berfungsinya sistem tersebut dengan sebagaimana mestinya. Arsitektur sebuah jaringan juga ikut menentukan besar kecilnya kapasitas dan kemampuan komputer server yang harus disediakan. Untuk menghasilkan kinerja yang hampir sama, maka jaringan dengan arsitektur bus akan membutuhkan komputer server yang lebih besar jika dibandingkan dengan arsitektur ring atau star. Berbeda pula jika menggunakan arsitektur Ethernet (Fast Ethernet) dengan arsitektur Token Ring. Hal ini dikarenakan kecepatan atau unjuk kerja masing-masing arsitektur tersebut memang berbeda. Selain semakin banyak jumlah komputer workstation yang dikontrol, maka semakin besar pula komputer server yang harus digunakan karena semakin banyak komputer workstation yang terhubung, maka semakin besar pula tingkat permintaan yang harus dilayani oleh komputer server dan semakin rumit pula lalu lintas jaringan yang harus dikontrol oleh komputer server tersebut.
Untuk komputer server maka akan menggunakan sistem operasi yang dikhususkan untuk server juga, dimana pada perangkat lunak sistem operasi yang bersifat terbuka atau open source dapat menggunakan sistem operasi Ubuntu Server tanpa mengeluarkan biaya untuk membeli lisensi. Sistem
operasi ubuntu server menggunakan perintah berbasis teks atau Command Line Interface (CLI) walau tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan tampilan antarmuka. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menginstall sistem operasi ubuntu server, jika pertama kali menginstall maka dapat menggunakan virtual box :
1) Setelah menjalankan mesin virtual yang telah dibuat sebelumnya maka mesin virtual tersebut akan
menjalan file iso untuk proses instalasi, terdapat beberapa pilihan, untuk menginstall dapat langsung
memilih Install Ubuntu Server.
2) Dilanjutkan dengan memilih bahasa untuk proses instalasi, bahasa yang dipilih juga akan menjadi
bahasa yang dipergunakan saat sistem operasi selesai diinstall.
3) Untuk pemilihan lokasi, karena Indonesia tidak tersedia di halaman ini maka dapat memilih area Other.
4) Dilanjutkan dengan memilih region Asia dari daftar pilihan region yang disediakan.
5) Lalu dapat mencari Indonesia dari daftar negara yang ada, semua pilihan dapat dikonfirmasi dengan menggunakan tombol Enter.
6) Proses instalasi kemudian akan mencoba untuk mendeteksi jenis keyboard yang dipergunakan, dapat memilih No untuk menentukan sendiri jenis keyboardnya.
7) Pada pilihan selanjutnya dapat memilih English (US) karena merupakan standar yang umum digunakan.
8) Langkah terakhir dalam konfigurasi keyboard adalah memilih layout keyboard, biasanya keyboard standar QWERTY yang umumnya digunakan, maka dapat memilih layout English (US).
9) Proses instalasi kemudian akan berlanjut pada deteksi perangkat keras untuk mencari cd-rom drives, karena menggunakan mesin virtual maka akan terdeteksi cd-rom virtual.
10) Lalu proses instalasi akan mendeteksi perangkat keras jaringan yang terhubung.
11) Jika tidak terhubung ke internet maka akan diminta untuk melakukan konfigurasi jaringan secara manual
12) Pilih “Configure Network Manually” untuk memasukkan IP Address, Netmask, dan Gateway
13) Konfigurasi jaringan dimulai dengan memasukkan IP Address, contoh IP Address yang dipakai
pada proses instalasi ini adalah 192.168.1.1, pilih “Continue” untuk melanjutkan.
14) Masukkan Netmask 255.255.255.0, merupakan IP jaringan kelas C dengan jumlah maksimum host 254, pilih “Continue” untuk melanjutkan.
15) Untuk Gateway, masukkan 192.168.1.100 kemudian pilih “Continue”
16) Pada bagian Name Server Adressess, disesuaikan dengan IP Address yang telah dimasukkan sebelumnya yaitu 192.168.1.1
17) Masukkan nama host yang akan digunakan sebagai nama server di jaringan
18) Pada pengaturan user atau pengguna, masukkan nama user yang akan dipergunakan pada sistem
19) Setelah itu masukkan kode password dari nama user yang telah dimasukkan sebelumnya dan ulangi memasukkan password tersebut untuk verifikasi.
20) Pada permintaan enkripsi direktori home, pilihan yang diambil adalah “No” sehingga jika suatu saat sistem mengalami kerusakan maka data-data yang disimpan pada direktori home dapat diambil
karena tidak dienkripsi. Bisa juga memilih “Yes” untuk mengenkripsi direktori home untuk alasan
keamanan data.
21) Pada konfirmasi zona waktu, jika sudah sesuai maka dapat memilih “Yes”
22) Proses Instalasi akan mendeteksi media penyimpanan yang digunakan dan perangkat keras
lainnya.
23) Pada proses partisi media penyimpanan atau harddisk, dapat memilih “Guided” sehingga proses
partisi akan dipandu dan memudahkan proses partisi harddisk.
24) Tahap selanjutnya adalah pemilihan harddisk yang akan dipartisi, proses partisi dapat menghapus data-data yang ada jika tidak dilakukan dengan benar, Tetapi karena menggunakan harddisk virtual maka tidak perlu khawatir kehilangan data karena tidak akan mengganggu partisi data pada sistem operasi host yang sedang berjalan.
25) Mengkonfirmasi pilihan harddisk, pilih “Yes” jika sudah benar. Disarankan berhati-hati jika saat
instalasi menggunakan harddisk fisik (bukan virtual harddisk).
26) Harddisk kemudian akan diformat menjadi beberapa partisi baru antara lain ext4, swap dan ext2
yang umum digunakan pada partisi Linux, pilih “Yes” untuk melanjutkan.
27) Proses instalasi kemudian menyalin semua file-file sistem operasi ke dalam media penyimpanan virtual harddisk, karena menggunakan jenis penyimpanan dinamically allocated maka ukurannya juga akan bertambah seiring proses penyalinan data.
28) Proses instalasi kemudian akan mengkonfigurasi apt (advanced package tool) yang nantinya akan
digunakan di sistem operasi untuk menambahkan atau menghapus perangkat lunak atau aplikasi Linux.
29) Pada bagian konfigurasi package manager, cukup dikosongkan saja jika tidak menggunakan proxy kemudian lanjutkan dengan memilih “Continue”.
30) Proses instalasi akan menginstall perangkat lunak ke media penyimpanan.
31) Pada bagian selanjutnya terdapat beberapa pilihan untuk menangani update sistem, untuk stabilitas dan keamanan yang lebih baik dapat memilih untuk menginstal update secara otomatis.
32) Tergantung kebutuhan penggunaan server, dapat memilih beberapa aplikasi untuk server, disarankan untuk memilih yang dibutuhkan saja supaya server dapat bekerja secara optimal. Dapat juga memilih secara manual pada sistem operasi selesai proses instalasi.
33) GRUB boot loader akan diinstall sebagai antarmuka yang pertama kali tampil saat ubuntu server
dijalankan untuk memilih mode yang diinginkan.
34) Sebelum GRUB diinstal ke MBR (Master Boot Record) dari harddisk, harus dikonfirmasi terlebih dahulu, pilih “Yes” untuk melanjutkan.
35) Langkah terakhir adalah memilih “Continue” untuk menyelesaikan keseluruhan proses instalasi
Ubuntu merupakan sistem operasi berbasis GNU/Linux turunan dari distro Debian yang sangat mudah digunakan, handal, stabil dan aman. Ubuntu berasal dari filosofi Afrika yang berarti "Kemanusiaan kepada sesama”. Selain Ubuntu versi server, terdapat beberapa pilihan sistem operasi linux lain khusus untuk server antara lain Fedora, CentOS, Debian dan lain sebagainya. Sistem operasi linux banyak dipilih karena dapat dipergunakan secara gratis dan bersifat open source. Sebagai alternatifjuga terdapat sistem operasi berlisensi untuk server, dimana untuk menggunakan
sistem operasi tersebut harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk membeli lisensinya. Salah satu sistem operasi server berlisensi adalah Windows Server 2012, untuk keperluan belajar dan mencoba Windows Server maka dapat mengunduh versi evaluasi atau Evaluation Copy yang dapat digunakan
secara gratis selama 180 hari untuk mempelajari fitur yang disediakan serta sebagai bahan perbandingan dengan sistem operasi open source. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan
untuk menginstall Windows Server 2012 :
1) Setelah mengunduh file ISO evaluation copy, maka dilanjutkan dengan mempersiapkan mesin
virtual sama seperti langkah-langkah yang dilakukan sebelumnya untuk mempersiapkan mesin virtual buat instalasi Ubuntu Server. Jalankan mesin virtual tersebut dan proses instalasi akan dimulai.
2) Pada tampilan awal akan diberikan pilihan untuk memilih bahasa, format waktu dan mata uang, serta layout keyboard. Pada contoh instalasi ini akan menggunakan bahasa Inggris dengan layout keboard US. Pilih “Next” untuk melanjutkan.
3) Dilanjutkan dengan memilih “Install Now” untuk melanjutkan proses instalasi.
4) Menunggu proses persiapan instalasi berlanjut
5) Terdapat 4 versi berbeda dimana server core merupakan versi minimalis yang hanya menggunakan perintah berbasis teks, server core with gui menambahkan tampilan antarmuka. Standar dan Datacenter berbeda pada jumlah lisensi untuk virtualisasi. Pada proses instalasi ini akan memilih
versi Data Center dengan GUI.
6) Setelah membaca ketentuan lisensi lalu pilih “I accept the license terms” kemudian pilih “Next” untuk melanjutkan.
7) Pada tipe instalasi terdapat 2 pilihan yaitu pilihan untuk mengupgrade atau memperbaharui versi windows dan pilihan untuk install baru. Pada instalasi ini akan memilih “Custom Install” untuk install baru windows server.
8) Pada bagian pemilihan partisi dan harddisk yang digunakan dilanjutkan dengan memilih harddisk yang tersedia kemudian dapat melakukan proses format data lewat “Drive options” jika diperlukan, lanjutkan dengan memilih “Next”.
9) Proses instalasi kemudian akan menyalin file-file sistem operasi ke harddisk, akan dilakukan restart beberapa kali selama proses ini berlangsung.
10) Masukkan password dan konfirmasi password untuk user Administrator, lalu pilih “Finish” untuk menyelesaikan proses instalasi.
11) Kemudian akan masuk ke halaman Login dengan menekan CTRL+ALT+DEL, masukkan password untuk user Administrator untuk memulai menggunakan Windows Server 2012.
6. Komputer Client (Workstation) Komputer Workstation merupakan komputer yang menjadi tempat dimana pengguna komputer jaringan bekerja. Sesuai dengan fungsinya maka perangkat komputer ini harus memenuhi syarat untuk bekerja dalam jaringan tersebut. Dalam memilih dan menentukan konfigurasi ideal sebuah komputer workstation perlu memperhatikan beberapa hal berikut :
 Sistem aplikasi apa yang akan digunakan dengan jaringan tersebut
 Sistem operasi jaringan apa yang akan digunakan
 Arsitektur jaringan apa yang akan digunakan
 Perkembangan sistem komputerisasi yang akan digunakan
Seperti sistem operasi untuk server, maka sistem operasi untuk workstation juga banyak tersedia baik versi open source yang gratis atau yang harus membayar untuk versi berlisensi. Untuk sistem operasi open source pada kegiatan belajar ini akan menggunakan ubuntu 12.04, versi dengan kode yang sama seperti ubuntu server tetapi ditujukan untuk workstation dan tentunya tidak dilengkapi berbagai aplikasi khusus server. Selain itu versi ubuntu ini menggunakan tampilan antarmuka sehingga lebih user-friendly bila dibandingkan dengan versi server. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menginstall Ubuntu 12.04:
1) Dimulai dengan mempersiapkan dulu file ISO yang bisa diunduh di situs Ubuntu kemudian dijalankan dengan mesin virtual. Pada tampilan awal dapat memilih bahasa dan kemudian pilih “Install Ubuntu” untuk memulai proses instalasi, dapat juga memilih “Try Ubuntu” untuk mencoba tanpa perlu diinstall.
2) Pada tahap persiapan instalasi membutuhkan jumlah ruang penyimpanan minimal 4.5GB, jika terhubung dengan internet dapat mengunduh update saat proses instalasi. Serta memilih untuk menginstall perangkat lunak tambahan untuk dapat memainkan media audio. Pilih “Continue” untuk
melanjutkan.
3) Pada langkah berikutnya adalah proses partisi dimana diberikan pilihan untuk mengatur partisi
secara manual atau menghapus isi harddisk dan menginstall ubuntu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Setup Instalasi Perangkat Lunak

BAB I 1.1. Kegiatan Belajar 1 : Setup/Instalasi Perangkat Lunak 1.1.1. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan belajar satu in...